Pernahkah anda sekalian mencoba mendalami lebih lanjut makna-makna tersembunyi dari kisah Adam dan Hawa. Sebelumnya saya tidak pernah memikirkannya, tapi pagi ini ada satu hal yang membuat saya tiba-tiba memikirkannya…

Seperti yang kita semua bahwa karena memakan buah terlarang keduanya diusir dari surga, terkutuklah Iblis yang menyesatkan mereka. Pada awalnya Iblis membujuk Adam untuk memakan buah tersebut, tapi Adam sama sekali tak terbujuk karena ia kuat iman, lalu kemudian Iblis beralih strategi. Iblis membujuk Hawa untuk memakan buah tersebut, dan terbujuklah Hawa. Kemudian ia meminta Adam untuk mengambilkan buah terlarang tersebut.

Dan Adam tak kuasa menolak permintaan dari orang yang dicintainya, ia dengan senang hati mau menuruti permintaan Hawa meski harus melanggar larangan Tuhan. Dan akhir skenarionya kita semua sudah tahu. Adam dan Hawa sama-sama diusir dari surga karena Hawa adalah aktor intelek sementara Adam eksekutornya.

Mari kita berandai-andai… Misalkan saja Hawa adalah wanita yang kuat, tangguh, semua hal bisa ia lakukan sendiri, tentu ia akan mengambil buah terlarang itu sendiri dan secara otomatis ia akan turun ke bumi seorang diri karena Adam tak punya bukti kesalahan apapun dan alibinya sempurna.

Skenario terburuk versi saya, Tuhan tidak lagi menciptakan manusia, sehingga Adam dan Hawa tak akan bisa melanjutkan keturunan, dan punahlah manusia. Tak ada Hitler, Edison, Einstein, Lenin, Soekarno, atau bahkan Yesus dan Muhammad. Sekali lagi itu skenario terburuk rekaan saya, toh Tuhan kan bisa merancang skenario sendiri dan mewujudkannya.

Apa yang saya dapat pagi ini dari kisah tersebut adalah : pada dasarnya laki-laki dengan senang hati akan membantu perempuan yang dicintainya, sesulit apapun, semustahil apapun permintaan itu. Saya yakin Andrea Hirata, yang mengisahkan ia keliling separo dunia hanya untuk mencari A Ling, pasti setuju dengan teori saya ini.

Andai saja, sekali lagi andai saja, kaum perempuan adalah kaum perkasa dimana semua tugas dan masalah bisa diselesaikan seorang diri, maka nestapalah kaum lelaki di dunia ini. Mereka mungkin bertanya, sebetulnya untuk siapa kami ada di dunia ini? Hendak memetikkan mawar tapi para perempuan memetiknya sendiri, padahal plester luka sudah tersaji.

Untuk para perempuan, sesekali berlakulah lemah meski sebenarnya kalian kuat. Untuk memberikan lelaki perasaan senang bisa membantu perempuan yang dicintainya. Dan apakah kalian para perempuan tidak senang dibantu oleh lelaki? Mari membuat diri kita bersimbiosis mutualisme, saling membutuhkan dan dibutuhkan.

One response »

  1. Aku lagi nyari tulang rusuku belum ketemu juga tolong dong hehehe… Upssss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s