Bagi saya NII bukanlah organisasi yang asing. Saya mengenal NII sejak sekitar kuartal akhir tahun 2009 saat saya cukup sering menyambangi masjid dekat kost saya. Cerita awalnya waktu saya ngobrol dengan salah seorang pedagang pisang goring yang kebetulan akrab dengan saya. Dia bercerita dia pernah melamar seorang wanita tapi hanya akan diterima dengan syarat mau masuk NII. Saya sendiri waktu itu belum tahu apa itu NII, dan setelah mencari tahu ternyata eh ternyata itu adalah nama lain DI (Darul Islam). Soal DI saya cukup banyak tahu selain karena saya suka dengan pelajaran sejarah juga karena kebetulan lagi tetangga di tempat kost saya mantan tentara yang dulu ikut menumpas DI/TII.
Singkat cerita suatu siang saya duduk di teras masjid menunggu anggota NII yang memang sengaja ingin saya temui. Setelah sedikit basa-basi saya kemudian mempersilakannya bicara mengenai NII. Penjelasan darinya kurang lebih persis seperti yang ditulis di media akhir-akhir ini, dan berikut debat yang terjadi siang itu…

Saya (S) : Pertama saya mau tanya, kenapa harus ada kata Indonesia?

NII (N) : Karena Indonesia dimerdekakan dengan tenaga muslim sebagai mayoritas pejuangnya.

S : Terus bagaimana dengan non-muslim yang juga berjasa dalam kemerdekaan dan kemudian menjadi WNI lalu punya keturunan yang juga menjadi WNI?

N : Mereka harus ikut menjalankan syariat Islam atau jika menolak mereka harus pindah

S : Oh… mereka bisa dengan seenaknya diusir gitu?

N : Ya. Tahu ga A’, sejak dulu Islam tu dikhianati dan dikebiri oleh pemerintah. Dulu Piagam Jakarta pernah ada usulan untuk menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya tapi tidak disetujui, namanya pengebirian dan pengkhianatan kan?

S : Menurut saya tidak kog. Coba pikir, negara ini sejak dulu dibangun oleh non-muslim, tepatnya sejak jaman kerajaan dulu. Dan waktu jaman penjajahan para non-muslim juga bertaruh nyawa dalam memerdekakan Indonesia. Ya ga bisa dong seenaknya tanah yang diperjuangkan bersama diklaim seenaknya sama muslim saja? Coba ingat, memangnya Rasul pernah mengusir non-muslim dari tanah Mekkah hanya karena berbeda keyakinan?

N : Tapi kalau mereka tidak mau ikut menjalankan syariat tanah Indonesia jadi kotor oleh kekafiran mereka. Kalau Indonesia masih belum jadi negara yang menjalankan syariat Islam sepenuhnya maka ini negara kafir. Pemimpinnya kafir, rakyatnya juga. Ibadah orang kafir ga diterima Allah.

S : Emang manusia punya kualifikasi sendiri ya buat mengkafirkan manusia lain? Bukannya itu kuasa Allah buat menghakimi seseorang itu kafir? Sekarang gini, kalau Teteh nyebut negara ini kafir harusnya Teteh jijik dong dengan yang serba kafir? Lha sekarang aja Teteh makan dan lain-lain di Indonesia, kalau Teteh mau yg serba Islam harusnya Teteh makan di negara Islam, sholat di negara Islam… kan tadi dibilang kalau beribadah di negara kafir ga akan diterima? Sia-sia dong selama ini ibadah Teteh dilakuin di Indonesia.

N : Nah makanya ayo kita sama-sama memperjuangkan Negara Islam Indonesia, kalau ada yang ga setuju nantinya pindah aja.

S : Kalau gitu saya balik Teh. Kenapa ga Teteh dan kawan-kawan saja yang pindah? Misal ke Palestina, kan di sana banyak juga muslimnya, bantu aja mereka sekalian dari serangan Israel biar kalau merdeka nanti cita-cita Teteh dkk. kesampaian.

N : …. (diam sebentar) susah ya ngomong sama Aa’

S : Susah juga ngomong sama Teteh. Tambah satu lagi Teh, kenapa kalau kita dosa kog bisa dibayar sama uang? Lha kalau kita dosa sama Allah kenapa lagi uangnya disetor ke NII? Bukan disedekahkan ke fakir miskin sama seperti kalau kita ga puasa Ramadhan.

N : …( diam lagi) Sudah ya A’ saya mau ada urusan lain

3 responses »

  1. gilang says:

    Keren, Shar…. Hahahahaha. Gua tau nih masjidnya di mana.

  2. Yai Panji says:

    Buset dah… Dialog Aa & Teteh, membuka wawasan ane tentang Agama dan sosial… gak gampang nyebut orang beragama dengan sadar dan ndak sadar… Asyikkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s