Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dollar! Sekilas terkesan berlebihan dan terlalu bombastis, bagaimana bisa seorang Marina Silvia Kusumawardhani hidup di Eropa selama 6 bulan hanya dengan uang 1000 dollar alias 800 euro padahal biaya hidup satu bulan di sana saja berada di kisaran angka minimal 800 euro. Tapi setelah membaca buku ini sampai habis kita akan dibuat berpikir bahwa hal itu memang benar dan mungkin adanya!

Pada permulaan buku, Marina menuliskan beberapa alasan mengapa orang harus pergi melancong yang masuk di akal, menarik juga menggoda (salah satunya adalah dengan catatan backpacking di CV akan membuat anda lebih mudah mendapat kerja di perusahaan besar Amerika dan Eropa! Hmmm yummy!). Kemudian ia memberikan penjelasan detail mengenai teknis dalam mempersiapkan perjalanan melancong kita ke Eropa dengan sungguhan hanya bermodal 1000 euro dan macam-macam tantangan yang akan kita hadapi di sana.

Dan ke bagian inti dari buku ini adalah catatan perjalanan (yang diistilahkan sebagai jurnal) Marina selama di Eropa. Jika jurnal-jurnal itu hanya berisi cerita keindahan dan keistimewaan setiap kota yang disinggahi, festival-festival yang menarik, maupun gaya hidup yang berbeda dengan di Indonesia maka buku karya Marina ini tak ada bedanya dengan catatan perjalanan melancong lainnya. Tapi jurnal-jurnal itu kebanyakan berisi catatan obrolan dan kejadian yang dialami dengan para host-nya dan orang asing yang ditemuinya di tiap kota yang ia singgahi. Jurnal-jurnal itu dengan elegan menggambarkan bahwa Marina adalah seorang yang cerdas.

Dalam hampir setiap obrolannya selalu ia membahas hal-hal yang menarik dan juga bermanfaat bagi pembacanya seperti : masalah ekonomi pembangunan, kelestarian lingkungan, agama, keikhlasan, dan bermacam topik lain. Tergambar dalam setiap obrolannya karakter Marina yang kritis, logis, dan peduli pada banyak hal. Juga karakter sebagian besar orang Eropa yang meskipun masih muda tetapi gemar berpikir. Dalam obrolan-obrolannya Marina membuka banyak selubung masyarakat Eropa yang selama ini mungkin masih banyak tersembunyi bagi masyarakat Indonesia. Bahwa mereka mau ikut berjuang untuk Palestina atas nama HAM dan keadilan, bahwa sebagian besar dari mereka adalah atheis atau beragama ala kadarnya tetapi jarang mempermasalahkan perbedaan keyakinan dan karena itu pula mereka mencari Tuhan dengan cara mereka masing-masing, dan paling utama bahwa mereka tak kalah ramahnya dengan orang Indonesia.

Marina juga memberikan pelajaran bahwa segala perbedaan yang ditemui bukan untuk didebatkan guna mendominasi kepercayaan yang lain, atau juga untuk dikesampingkan dengan seolah tak terjadi apa-apa, tetapi perbedaan ada untuk dipertemukan dan disinergikan dengan harmonis.

Membaca buku ini memberikan kesadaran bahwa pada dasarnya manusia memang diciptakan untuk berbeda satu sama lainnya, dank arena perbedaan itulah maka setiap penjuru bumi layak dan menarik untuk disinggahi.

Dan yang paling utama, Marina memberikan inspirasi bahwa apapun niat kita, tidak ada penghalang terbesarnya kecuali ketertutupan diri kita sendiri. Selama kita mau reach out to people, semua itu mungkin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s