Akhir-akhir ini saya merasa senang dengan yang namanya menjadi seorang volunteer, dimulai saat mendaftar sebagai volunteer SEA Games 2011 (yang mana saya tidak lolos seleksi seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya). Kali ini saya mendaftar sebagai volunteer acara Indonesia Bermain berkat informasi dari Mas Vincentius Hening Ismawan, Chief Marketing Officer-nya Agate Studio. Pada tanggal 2 Oktober 2011 kemarin diadakan meet up pertama. Di acara ini para volunteer mendapat briefing singkat dari Mas Eko Nugroho selaku ketua panitia acara Indonesia Bermain. Inti dari briefing ini adalah acara Indonesia Bermain nanti ditujukan untuk menyadarkan kembali pada masyarakat bahwa banyak sekali aspek positif pada kegiatan yang disebut bermain.

Logo Indonesia Bermain

Pada meet up acara intinya adalah bermain dan… makan! Ha-ha-ha, cukup mengejutkan, tapi itulah yang selalu ditekankan oleh Mas Eko dengan mimik muka cukup serius (dan sedikit lapar) ^_^ Saat sesi bermain saya dikenalkan pada bermacam board game yang sama sekali asing bagi saya, secara saya cuma tahu 3 jenis board game : monopoli, ular tangga, dan halma. Diantara ketiga itu saya paling suka main monopoli karena ada perasaan puas saat bisa merampok uang atau properti teman, gya-ha-ha-ha (tertawa kejam). Salah satu yang bikin saya takjub adalah sebuah board game yang cara mainnya mirip dengan game strategi semacam Age of Empire. Jadi di game itu kita mengumpulkan macam-macam sumber daya untuk kemudian bangun kota kecil, kota besar, dan dapat poin dari situ, terus kita juga bisa tukeran sumber daya atau malah merampoknya (like this banget, aha-ha-ha-ha). Sayang banget permainan yang lumayan seru dan butuh mikir ini belum sempet selesai karena acara utama (baca : makan-makan) sudah dimulai, horeee!

Board game yang asing buat saya...

Mendekati lokasi utama makan-makan ala barbeque (karena ribet sering saya ganti dengan babeku) di halaman belakang kantor Detik Bandung yang rumputnya ciamik pisan alias terawat dengan apik saya langsung mengambil salah satu makanan tanpa basa-basi. Makanan yang saya ambil itu di lidah saya rasanya agak aneh : sedikit manis tapi dengan sensasi yang mengganjal pikiran saya. Saya pegang-pegang bentuknya seperti kentang, tapi teksturnya tidak seperti kentang pada lazimnya, dan ternyata itu adalah…. terong! Astaga… seumur hidup baru kali itu saya makan yang namanya terong! Saya yang memang sejak kecil tidak berkawan baik dengan sayuran ini selalu berpikir kalau semua sayuran itu pahit (apalagi sayuran pertama yang saya cicipi adalah daun papaya dan pare -_-), jadi kaget dengan rasa terong yang manis-manis gimana gitu, apalagi kalau dicocol ke kecap, wah rasanya jadi lumayan.

Makanan kedua yang saya rasai adalah satu makanan yang warnanya putih. Desas-desusnya ada yang bawa marshmallow, jadi saya pikir makanan yang saya pegang itulah si marshmallow. Jujur sekatrok-katroknya jujur, saya ini belum pernah lihat wujud si marshmallow apalagi memakannya. “Mbak, ini marshmallow ya?” “Iya” jawab Mbak Liya enteng saat itu. Si putih itu saya pegang dulu, kog keras ya? Padahal saya pikir marshmallow itu empuk… apa mungkin karena dibakar dulu terus jadi keras ya? Ah kebanyakan mikir kapan makannya? Si putih itu langsung saya santap saja… dan ehmmm kog rasanya gurih bukannya manis ya?

Dan tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Eh bawangnya dimakan!” dan sontak heboh suasana saat itu. Bawang! Kampret, rupanya saya makan bawang putih! Tapi rasanya cukup enak loh kalau dicocol kecap (lagi-lagi kecap). Mungkin pembaca berpikir saya ini bodoh ga bisa bedain marshmallow dengan bawang putih, atau terong dengan kentang, tapi perlu anda sekalian ketahui langit saat itu sudah gelap dan penerangan minim, barangkali biar suasananya dapet dan juga rencana ngerjain orang bisa lancar jaya, ha-ha-ha. Anyway¬, pada akhirnya saya berhasil makan itu yang namanya marshmallow, dan saya langsung berkawan baik dengan ‘doi’, rasanya makwuuuussss tenan!😀

Astaga... saya makan bawang dan terong -_-

Saat jagungnya dikeluarkan dari persembunyian dan mulai dibakar, entah kenapa ada satu dorongan dari hati dan tangan saya untuk turun tangan (baca : jadi tukang kipas kipas). Alhasil saya langsung mengkudeta kipas yang saat itu dipegang entah siapa dan memulai pekerjaan baru saya sebagai tukang kipas. Beberapa kali junior di kampus saya yang kebetulan ikut daftar jadi volunteer meminta diri untuk menggantikan tugas saya, yang kemudian saya tolak dengan halus (please do not take over my job, ha-ha-ha). Dikiranya tangan saya pegel, tapi sebetulnya sama sekali engga loh. Saya sendiri heran, padahal udah lebih dari 20 menit kipas kipas non stop. Mungkin karena gerakan tangan mengipas cukup mirip dengan gerakan tangan pas main angklung, jadinya saya sudah terbiasa.

Saya dan profesi baru...

Suka duka menjadi tukang kipas? Saya paling suka saat melihat hasil bakaran saya matang dengan ciamik atau ada orang bilang “Wah matangnya pas nih!”. Dukanya? Kalau udah matang, pasti langsung ada aja yang ambil, sayanya bengong aja lihat orang makan jagung sambil tetap kipas kipas, sampai-sampai saya nyaris tidak kebagian, untung saja stok jagung masih banyak (malah bisa dibilang sangat melimpah). Yang paling duka adalah ada satu jagung yang sudah saya incar selama 15 menit terakhir. Itu jagung ukurannya mantap, terus dikasih mentega banyak-banyak sama Vitri (partner kipas kipas di 20 menit terakhir), wah pokoknya kebayang bakal jadi penutup yang indah deh! Lalu karena udah masuk waktu isya itu jagung saya tinggal sholat dulu, dan eng ing eng… pasti pembaca sudah bisa menebak akhir cerita.

Jagung idaman saya lenyap digondol sesuatu! Saya bilang sesuatu bukan karena ikutan Syahrini ya, tapi pas saya ngecek ke sekeliling ga ada tanda-tanda orang lagi makan jagung, padahal saya sholat cuma sekitar 5-7 menit! Siapa atau apa yang menggondol jagung itu masih misteri yang (tidak) perlu dipecahkan ^_^”
Kesimpulan dari acara meet up kali ini cuma satu kata… FUN! Seharian itu isinya cuma ketawa dan makan bareng teman-teman baru dari seluruh penjuru mata angin, ha-ha-ha. Buat liputan selanjutnya nanti aja saya tulis lagi, maklum ada banyak gawean lain menunggu. Salam bermain!😀

One response »

  1. vitri says:

    hahahahaha nice!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s