IMT Bermain Babak Satu (19/12/11)

IM Telkom Bermain! Yeah! 19 Desember 2011 kemarin, ada satu acara yang sangat tidak biasa di lobi kampus Institut Manajemen Telkom cabang Gegerkalong. Penggagasnya adalah Kummara, satu-satunya developer board game di Indonesia (setidaknya sampai tulisan ini menetas). Secara resmi dari pihak Kummara, acara ini diberi nama Ngummara (ngumpul, main, gembira) On Campus, namun berhubung susah ngejelasin apa itu Ngummara di lokasi main, jadi saja acaranya disebut IMT Bermain, ngikutin nama acara Kummara sebelumnya yang bekolaborasi dengan Agate Studio yaitu Indonesia Bermain.

Acara dimulai sejak pukul 13.30 WIB, dan suasana sepi melompong. Ya wajarlah, jam segitu kan wayahnya mahasiswa pada kuliah. Peleton pertama yang mencicipi bermacam board game yang dibawa oleh Kummara adalah : Bima, Isa, Tri, Devita, Alvian, dan yang nulis sendiri.

Sebagai pemanasan, saya, Bima, Isa, Devita-Tri, dan Alvian bermain Confusion. Apa itu Confusion? Sesuai kodrat namanya, game  satu ini bertujuan untuk membikin orang bingung, berikut penjelasannya :

Confusion, game yang emang bikin bingung ^_^ (sumber : vmestecafe.com)

Ada tiga jenis dadu,

(1)               Dadu warna : ada tiga warna yaitu merah, kuning, dan biru. Karena dadunya ada enam sisi maka 3 sisi berwarna polos, sementara 3 lainnya ada pengecoh berupa secoret garis putih yang melingkar.

(2)               Dadu kata : mirip dengan dadu warna, hanya saja di atas warna ada tulisan dalam bahasa Jerman yaitu rot (merah), blau (biru), dan gelb (kuning). Jadi yang kita perhatikan itu kata yang muncul, bukan warnanya. Asli dadu ini ngecoh banget, kalau ga percaya, silakan wawancara ke Devita, aha-ha-ha-ha :P

(3)               Dadu aksi : ada aksi woow, psssst, lingkaran dengan dua garis, lingkaran dengan empat garis. Nah kalau wooow keluar kita harus angkat tangan (macam orang ditodong pistol gitu lah), kalau psssst jari kita beraksi macam ada nyuruh temen yang ribut buat diem, lingkaran dua garis kita harus menepuk meja (atau lantai juga boleh, tergantung tempat main), lingkaran empat garis kita kudu tepuk tangan.

Lalu kita juga bakal dikasih masing-masing tiga kartu wana, yaitu kartu merah, kuning, dan biru.

Jadi aturan mainnya gimana? Simpel loh ^_^. Kalau yang keluar dua warna yang sama (misal dadu merah dengan dadu rot) maka kita harus ngelakuin apa yang ada di dadu aksi, nah kalau yang keluar beda warna (misal dadu merah dengan dadu gelb alias kuning) maka kita harus ngeluarin kartu yang warnanya belum muncul (yaitu warna biru).

Kalau benar nanti bakal dapat 1 poin, kalau salah atau jawabnya paling lelet bakal dikurangi 1 poin. Yang menang dia yang paling cepet dapetin 9 poin.

Singkat cerita, game ini mengasah kecepatan berpikir dan menuntut konsentrasi. Unsur fun-nya dimana? Bisa dirasain sendiri deh kelucuan kalau ada temen yang salah jawab tapi mukanya pede abis, ha-ha-ha.

Serunya main Confusion (sumber : dok. Kummara)

Jenga

Jenga, buyutnya UNO Stacko (sumber : cocatopia.blogspot.com)

Board game kedua yang dimainin adalah Jenga. Pernah main UNO Stacko? Kalau udah pernah main, nah asal tahu, Jenga adalah buyutnya UNO Stacko.

Mainnya super duper simpel. Ada setumpuk balok, masing-masing tumpukan ada 3 balok, dan tugas kamu cuma mengambil balok yang udah ada terus dinaikin ke atas, terus begitu sampai tumpukannya jatuh. Simpel kan? Aturannya cuma ada dua kog, (1) dilarang pake dua tangan ; (2) tiga tumpukan paling atas ga boleh diambil.

Unsur fun? Dijamin bakal histeris kalau Jenga-nya goyang mau jatuh, atau malah jatuh beneran. \(^_^)/

Devita belum apa-apa udah histeris, ha-ha-ha (sumber : dok. Kummara)

Punakawan

Punakawan, board game asli Indonesia loh (sumber : dok. Kummara)

Nah ini dia board game tulen bikinan Kummara, jadi boleh dibilang inilah salah satu board game asli Indonesia yang ada di kloter pertama.

Pion-pionnya unik loh. Kita harus gunting lalu ngerakit sendiri paper toy yang ada empat karakter Punakawan yaitu : Semar, Gareng, Dawala, dan Cepot. Dua terakhir ini versi Sunda, kalau di Jawa kan Semar, Gareng, Bagong, lan Petruk.

Inti permainannya sederhana juga loh. Kita cuma harus berlomba banyak-banyakan poin dengan cara naruh bantal di tempat yang kiranya ada dua tokoh wayang yang sama. Nah jadi di sini daya ingat kita diuji ne, harus inget dimana tempat dua tokoh wayang yang sama, soalnya kan ditutup (ya iyalah, kalau dibuka gamblang gitu apa menariknya? ^_^”)

Buat lengkapnya saya cantumin ne video tutorial cara mainnya (sebentulnya se rada  bingung juga jelasinnya, ha-ha-ha)

Main Punakawan artinya mikir tapi seru ^_^ (sumber : dok. Kummara)

Well, segitu dulu ya tulisannya. Sebetulnya masih ada beberapa board game lain yang dibawa, yaitu : Gelut Marmut, Labyrinth, Heimlich & Co, dan Espresso, tapi berhubung saya belum nyicipin semuanya maka ga ditulis deh di sini, he-he-he. Oh ya lupa, acara IMT Bermain kemarin bubar pada pukul 17.00 WIB karena Kummara mau ada acara lain, hu-hu-hu (padahal masih pengen main). Dan diakhir acara banyak permintaan agar ada acara ini lagi, sekalian rutin ceunah.

Oke, nantikan IMT Bermain selanjutnya di semester depan, ciao, adios, bye! ^_^

Senyum dan tawa sebagai penutup acara (sumber : dok. Kummara)

Akhirul kalam, terima kasih kepada personil Kummara yang sudah hadir hari itu, Teh Kanty, Brendan, Iqbal, dan Adieb.

Para personil Kummara :

Iqbal namanya (sumber : dok. Kummara)

Adieb namanya (sumber : dok. Kummara)

Brendan namanya (sumber : dok. Kummara)

Teh Kanty namanya (sumber : dok. Kummara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s