Amboi nan Sejuknya Taman Hutan Kota Jepara

Sebagai salah satu resolusi pribadi saya di tahun anyar ini adalah lebih banyak memperkenalkan Jepara, kota kecil di ujung utara Jawa Tengah, yang merupakan tempat saya lahir dan berkembang dewasa. Selama ini Jepara cuma menjadi tempat transit para pelancong yang hendak menjelajah Karimunjawa, padahal ada cukup banyak yang bisa digali di kota imut ini. Jadi, mari mulai membuka selubung Jepara bersama saya.

Yang ingin saya angkat pertama kali adalah Taman Hutan Kota (THK) Jepara . Berada di kawasan sekitar Stadion Ujungbatu Gelora Bumi Kartini (SUGBK), THK Jepara mempunyai luas lahan sebesar 2,376 hektar. Kawasan ini dibangun sejak tahun 2007, merespon mulai ramainya SUGBK oleh para supporter Persijap berkat kesuksesan tim kebanggan masyarakat Jepara itu tembus ke divisi tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia.

Saya sendiri baru pertama kali masuk ke THK beberapa hari lalu, setelah sebelumnya hanya lewat begitu saja. Maklum, sebelum ini pohon-pohonnya masih belum tumbuh besar, sehingga masih terkesan panas. Dan kesan pertama saya saat pertama masuk ke kawasan THK Jepara adalah : sejuk! Pepohonan yang dulu masih imut-imut sekarang sudah mulai dewasa, rimbunnya cukup menggoda orang yang lewat loh.

Duh sejuknya kawasan ini ^_^

Rimbunnya pepohonan THK Jepara

Berada di kawasan ini rasanya saya seperti tidak berada di Jepara yang cuacanya gerah minta ampun. Di THK Jepara ini saya merasa jauh dari sumuk. Hawanya adem, berkat rimbunnya pepohonan yang tumbuh. Selain itu juga saya bisa menikmati kicauan burung-burung yang asyik nangkring di ranting pohon. Yang terpantau oleh saya baru burung gereja, namun tidak mungkin kedepannya akan ada lebih banyak burung yang tinggal di pepohonan THK Jepara ini jika kawasan ini tetap bisa terawatt dengan apik.

Kawasan THK Jepara ini cukup menarik minat masyarakat sekitar. Pada sore hari utamanya, kawasan ini ramai oleh warga sekitar yang jalan-jalan, jogging, bersepeda, atau sekedar nongkrong bersama kawan-kawan. Di THK Jepara juga terdapat tempat duduk di beberapa titik, gazebo kecil, dan tempat sampah.

Berbincang sedikit dengan Pak Diding, warga sekitar yang cukup sering datang ke THK Jepara, ia menuturkan bahwa saat musim kemarau kawasan ini berubah gersang karena banyak pohon yang meranggas. Dan setiap hari ada petugas dishutbun Jepara yang menyiram pepohonan agar tidak layu. Selain itu, sebulan sekali rumput liar yang tumbuh di sini dibabat tuntas, juga oleh petugas dishutbun Jepara. Wah, kinerja yang patut dicontoh bukan? Soalnya banyak yang cuma bisa membikin tapi tidak merawatnya. Satu jempol buat pemkab Jepara.

Tak ada gading yang tak retak. Niat baik dan kinerja jempolan pemkab Jepara sayangnya belum dibarengi kerjasama oleh masyarakat. Beberapa tempat sampah tidak difungsikan optimal, alias masih ada sampah yang dibuang seenak udel, coret-coretan di sana-sini, dan terkadang ada anak kecil yang bergelayutan di pohon sampai-sampai ada pohon yang rubuh.

Kesimpulan saya, kawasan ini cukup layak untuk dikunjungi saat sedang penat oleh bermacam masalah. Di THK ini dijamin anda akan merasa adem dan sejuk, ditambah dengan kicauan burung yang bisa gratis dinikmati, anda akan merasa ada di dunia yang nyamannya jempolan, apalagi saat kawasan ini sepi dan hanya ada suara angin dan burung. Aaaaah sedapnya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s