Ide Board Game Baru Untuk Media Pendidikan Lingkungan

Board game sebagai media pendidikan lingkungan? Hmmmm ide yang menarik kan? Sejatinya ide ini sudah lebih dulu dijalankan oleh Teh Annisa Hasanah dengan Ecofunopoly-nya. Ide dasar gameplay­-nya berasal dari Monopoly yang sudah dikenal luas itu. Pasti sudah pernah main kan kan kan? Cocok sekali dengan kodrat dasar anak-anak yang sukanya main, jadi sambil bermain bisa sekalian belajar tentang lingkungan, asik ya ^^

Nah kebetulan beberapa bulan terakhir ini saya tanpa sengaja kecemplung di dunia board game gara-gara Kummara yang Oktober 2011 kemarin ngadain event Indonesia Bermain. Saya ikutan sebagai volunteer, dan selama tiga minggu berturut-turut tiap ada meet up pasti diisi dengan bebakaran dan main board game. Dari situlah awal mula saya nyemplung ke dunia board game.

Sejak saat itu saya jadi kenal macam-macam board game yang rupanya gameplay-nya sangat beragam loh. Awalnya kan saya cuma kenal monopoly, ular tangga, dan halma, he-he-he. Asyiknya main board game yak arena ramenya itu. Kan kalau main board game ga bisa sendirian, minimal kudu dua orang, makanya selalu ada yang seru dan lucu tiap kali main board game. Beberapa yang sudah pernah saya mainkan antara lain : Settlers of Catan (cara mainnya mirip Rise of Nation), Jenga (leluhurnya UNO Stacko), Heimlich & Co, Vila Paletti, DiXit Odyssey (paling favorit sementara ini), Punakawan, Saboteur, Dominion (yang ini agak kurang ngerti mainnya), Confusion, dan Castle Panic.

Dan Alhamdulillah karena cukup sering main board game tiba-tiba saja kemarin saya dapat ide buat ngedesain board game bertema lingkungan, lebih tepatnya konservasi hutan dan satwa. Idenya datang dari Castle Panic. Nah jadi kalau Castle Panic itu para pemainnya bekerjasama buat melindungi kastil dari serangan monster. Gameplay-nya mirip dengan game bertema tower defense seperti Plants vs Zombies, kalau yang ini pasti sudah pada kenal kan?

Inspirasi dari board game ini ^^

Nah jadi saya kepikiran untuk ngedesain board game seperti Castle Panic tapi kali ini yang dilindungi adalah hutan dan satwa di dalamnya. Beberapa satwa yang terpikir di kepala saya antara lain : orang utan, harimau sumatera, badak jawa, gajah sumatera, komodo, anoa, dan cenderawasih. Sementara musuhnya, yang semula berupa monster, yang baru terpikir baru : penebang hutan dan pembakar hutan (untuk membuka ladang). Sebetulnya yang biasa berperan merusak hutan sih ada juga mafia dan cukong kayu, tapi rasanya terlalu berat deh buat anak-anak, he-he-he.

Saya ingin sesegera mungkin mewujudkan ide ini dan mengenalkannya ke anak-anak usia 8 – 13 tahun di sekitaran tempat kost saya untuk sekarang ini, dan semoga nantinya bisa saya kenalkan ke seluruh penjuru Nusantara. Namun sayang sekali ada penelitian yang mengantre untuk secepatnya saya selesaikan sehingga tanggung jawab saya kepada orang tua dan diri sendiri bisa segera tuntas, sehingga sepertinya pembuatan board game tersebut disimpan dulu sementara waktu.

Mari selamatkan satwa langka (sumber :gambarfototerbaru.blogspot.com)

Saat board game tersebut sudah terwujud nantinya saya ingin anak-anak bisa mengerti betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan dan satwa penghuninya, dan untuk melindungi hutan diperlukan kerja sama, tidak bisa sendirian. Kesuksesan Ecofunopoly semoga saja bisa tertular di board game yang ingin saya buat ini. Semoga dengan bermain board game ini nantinya anak-anak bisa mengingat dan memahami nilai-nilai yang coba saya tanamkan ke ingatan bawah sadar mereka, amin. Bravo environmental education ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s