NGADUide #7, Ini Dia Ide-Ide Yang Bisa Bikin Presentasimu Menarik

Yeaaaah NGADUide datang lagi! Kali ini sudah masuk ke episode #7 loh, wah udah nyaingin musim tayangnya sinetron legendaris Tersanjung nih, he-he-he. Ada yang baru loh di NGADUide episode kali ini, yaitu lokasinya yang kemarin-kemarin diadakan di Boemi Nini, sekarang dipindah ke S28 yang berlokasi di Jalan Sulanjana 28. Denger-denger sih alasan dipindah karena butuh tempat yang lebih luas untuk menampung para peserta yang ingin menengok ada ide apa aja sih di acara NGADUide? Dan berdasar pengamatan penulis, memang jumlah peserta yang datang lebih banyak dari sebelum-sebelumnya, horeeee ^^

Tema NGADUide #7 kali ini adalah ‘Presentation for Dummies’, dan bintang acara yang hadir adalah Kang Rahman Ridhatullah dari Sygma Creative Media Corp. Katanya dulu Kang Rahman ini dijuluki si jago presentasi loh sama teman-teman kampusnya, dan sudah menggeluti dunia periklanan selama 15 tahun. Sementara itu bintang acara satunya lagi adalah Kang Ridwan Kamil, atau biasa disapa Kang Emil. Buat kawula Bandung yang banyak ikut event atau komunitas, pasti udah kenal banget sama orang muda satu ini, apalagi kalau sampeyan kuliahnya di arsitektur, he-he-he.

NGADUide #7 Presentation for Dummies (poto : NGADUide)

Seperti biasa, sebelum masuk ke acara utama yaitu sharing ilmu dari para bintang acara, ada sesi TERASide, yang mana para pemiliki ide usaha diberi tempat untuk memajang ide mereka. Dan saya menangkap ada satu hal berbeda namun menarik dari TERASide #7 kemarin, yaitu ide kegiatan sosial. Lingkar Pelangi namanya, sebuah komunitas sosial beranggotakan mahasiswa yang peduli pada pendidikan anak-anak, yang mana untuk saat ini berfokus di daerah Bojongsoang. Wah salut untuk Lingkar Pelangi, juga NGADUide yang tidak membatasi diri hanya pada entrepreneurship konvensional tapi juga memberi wadah untuk memperluas relasi bagi sociopreneurship ^^

Masuk ke acara utama, pada kesempatan pertama Kang Rahman berbagi ilmu mengenai bagaimana menjual ide produk yang akan kita jual. Ya, menurut Kang Rahman, paling pertama kita harus bisa menjual ide kita kepada konsumen, bukan produk itu sendiri. Sekali orang tertarik dengan ide kita, maka ada kemungkinan besar produk kita akan diburu konsumen, bukannya memburu. Atau bisa juga meski kita cuma punya ide – produknya belum ada, masih di awing-awang – asal kita pandai dalam menjual ide tersebut, bisa jadi akan ada seseorang yang berminat untuk bekerjasama guna mewujudkan terciptanya produk itu. Salah satu tagline yang menjual idenya yaitu sebuah produk kecantikan dengan kalimat tagline “Yang ini beres, yang lain boros.”

Nah bintang acara kedua, Kang Ridwan Kamil alias Kang Emil, membagi ilmunya tentang bagaimana secara sakti membujuk orang untuk melaksanakan ide kita. Kata Kang Ben, si Kang Emil ini jago persuasif loh, hmmmm buat kamu yang ingin jadi pemasar hebat rasanya wajib punya ilmu sakti satu ini deh, ha-ha-ha. Nah, menurut Kang Emil, ilmu sakti mempengaruhi orang itu ada namanya yaitu crysis argument. Contoh sederhana crysis argument kaya gini nih : “Kalau kamu tidak melakukan ini, kamu akan bla bla bla…”. Jadi sederhananya, dalam membujuk orang berikan alasan kenapa dia harus melakukan ini itu, kalau perlu sedikit ditakut-takuti (ini menurut saya pribadi, he-he-he)

Dua bintang acara mala itu, Kang Emil dan Kang Rahman, nu pegang mic,,, (poto : NGADUide)

Kang Emil kemudian memberi saran berdasar pengalamannya, berorganisasilah karena itulah ajang kita untuk latihan berkomunikasi. Dalam berorrganisasi, kita akan berlatih cara memecahkan masalah, menemukan solusi dengan cara berembug dengan banyak orang. Karena banyak orang berarti banyak ide yang seringkali tidak sama, maka dari itulah kita belajar cara berkomunikasi yang baik, bisa dipahami banyak orang, tidak hanya minta dimengerti tapi juga belajar mengerti dan menghargai orang lain.

Dalam hal presentasi sendiri, Kang Emil memberikan beberapa panduan sederhana sebagai berikut :

  1. Kuasai subjek, dengan begitu kita akan terlihat baik di mata audiens. Jika kita ketahuan tidak mengerti apa yang kita bicarakan itu akan membuat audiens berkurang percayanya pada kita
  2. Persiapkan diri dengan baik, salah satunya kita harus tahu urutan slide atau tema yang akan kita bicarakan, jangan pernah terlihat seperti kita sekedar membaca slide presentasi.
  3. Sesuaikan dengan bahasa audiens, meskipun kita berilmu tinggi dan menguasai banyak istilah teknis, tetaplah bicara dengan mempertimbangkan tingkat penerimaan audiens. Misal, jangan memakai istilah terlalu teknis di depan audiens orang awam, dan juga sebaliknya.
  4. Pakailah bahasa tubuh, hal ini perlu untuk membuat audiens tetap terfokus pada kita. Jika kita sekedar bicara dan tubuh kita anteng maka kemungkinan besar audiens akan bosan.
  5. Lebih banyak gambar daripada teks, nah hal ini yang kata Kang Emil sering jadi kesalahan banyak orang, terutama mahasiswa. Berikan lebih banyak gambar, sedangkan teks yang berisi materi presentasi cukup ada di otak kita, kalaulah lupa tulis di kertas atau buku catatan.
  6. Selalu beri kesimpulan, presentasi kita yang (mungkin) panjang lebar perlu diberi kesimpulan karena bisa jadi audiens kehilangan beberapa poin saat kita sedang presentasi.

Kang Emil juga berpesan agar kita menjual diferensiasi pada produk kita, artinya produk kita harus memiliki sesuatu yang beda yang tidak bisa ditemukan di produk lain. Ia mencontohkan Urbane yang kerap memberi saran kepada klien tentang beberapa hal arsitektural. Sementara itu Kang Rahman juga menyarankan untuk ‘merawat klien’, yang mana diharapkan klien itu nanti akan senang dengan pelayanan kita dan kemudian menyarankan produk kita kepada orang lain. Hal ini jauh lebih baik daripada hubungan konsumen – produsen yang sekedar beli putus.

Nah sekian dulu ulasan NGADUide #7 yang semoga saja bermanfaat buat pembaca. Bulan depan hadir yuuu, siapa tahu bakal dapat ide bagus untuk memulai usaha, dan tentunya mencoba peruntungan buat dapat freebies, he-he-he.

Berikut ini beberapa hasil jepretan suasana malam itu ^^

Kakak-kakak dari Lingkar Pelangi (poto : NGADUide)

Penonton yang makin antusias, makin rame, cihuuuy ^^ (poto : NGADUide #7)

Pilih perawan atau janda? Yang janda lebih ‘hot’ looh😀 (poto : NGADUide #7)

© Shesar_Andri, 15 April 2012

Saat suasana hati sedang ceria karena Liverpool masuk final FA  :)  


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s