Dunia yang Semakin Datar dan Manusia yang Semakin Homogen

Kamu mau jadi apa 5 tahun nanti?” Akhir-akhir ini serangkai kalimat tersebut sering mengusik sanubari. Kalau kalian tahu, itu adalah salah satu pertanyaan dasar saat wawancara kerja. Buat sebagian orang pertanyaan tersebut bisa jadi remeh saja, tapi bagi sebagian lain bisa jadi menyulitkan, salah satunya saya sendiri.

Untuk orang yang hanya mengikuti hatinya, melakukan apa yang disuka, dan menyerahkan pada angin kemana akan berakhir seperti saya ini pertanyaan tersebut susah untuk dijawab.

Bukan apa-apa, saya merasa dunia ini sudah semakin datar, semakin homogen. Begini yang benar, begitu yang salah. Semua terasa linier, terarah hanya pada satu jalur. Pendidikan memang penting dan akan berguna bagi kehidupan manusia, tapi sayang terkadang pendidikan yang membuat manusia menjadi sama, homogen.

Jawaban yang benar untuk pertanyaan X saat wawancara kerja adalah begini, gambar yang tepat saat psikotes untuk masuk perusahaan Y adalah yang begini, cara sukses yang benar adalah begini begitu, ini salah itu benar. Kalau ke sini harus pakai sepatu begitu, kemeja, celana begini, bla bla bla ” Seperti tak ada ruang untuk menjadi diri sendiri. Apalagi ditambah ukuran sukses yang semakin menyempit : punya pekerjaan/bisnis bagus, uang banyak, tinggal di kota, mobil X, Y, dan Z, pernah jalan-jalan ke luar negeri, bla bla bla.

Semua itu buat saya pribadi melelahkan. Menjemukan ketika harus mengikuti ini itu dan tidak menjadi diri sendiri. Ya, saya ingin dunia dimana manusia bisa bebas berekspresi menjadi diri sendiri, tetap dengan segelintir aturan agar manusia tak kebablasan.

Saya ingin jika kerja nanti bersepatu kanvas, ke mall pakai sandal jepit, ke kantor bersepeda, berjoget konyol saat menyelesaikan satu pekerjaan (di depan banyak orang tentunya), dan sejenisnya. Saya ingin tak ada orang yang memandang aneh dengan itu semua. Tapi demi Allah, itu semua cuma kiasan semata, bukan itu yang sejatinya saya inginkan dalam hidup.

Saya bukan orang yang sudah punya tujuan karir begini begitu. Ingin jadi kepala pemasaran lah, CMO, atau direksi bla bla bla. Saya boleh tak punya tujuan karir, tapi saya punya tujuan hidup, untuk menjadi bermanfaat bagi sekitar : tumbuhan, binatang, tanah, air, udara, dan sesama manusia tentu saja.

Alam adalah kebahagiaanku🙂 (poto : jasoncollin.org)

Hidup bersahabat dengan alam bagi saya adalah yang paling membahagiakan. Bangun pagi di rerimbunan pepohonan, mandi di sungai, menikmati siang di padang rumput, ataupun berburu bercengkerama dengan sekitar di bawah langit malam. Semua terbayang begitu menyenangkan pikiran dan hati. Saya, Shesar Andriawan, 22 tahun, selalu kagum melihat daerah pedalaman dengan kehidupan yang sangat tradisional, selalu tersenyum melihat Butet Manurung mengajar anak-anak hutan, iri dengan petualangan Medina Kamil menjelajah Nusantara, merasa berterimakasih dengan mereka yang mendedikasikan hidupnya pada hewan-hewan yang terancam punah, senang melihat Cesar si pelatih anjing termahal yang hidupnya dipenuhi hal tentang anjing (sesuatu yang sangat ia sukai). Saya senang dengan mereka yang menikmati hidup dengan caranya sendiri dan mengesampingkan pandangan-pandangan sekitar, tentunya tanpa kebablasan.

Saya selalu bercerita kepada orang bahwa Kalimantan adalah tanah impian. Tak pernah tahu akan bekerja dimana, jadi apa, yang ada di kepala hanya keindahan hutan beserta penghuninya dan kehidupan masyarakat pedalaman yang terkesan menikmati semua aktifitas dengan segenap hati.

Kalimantan Tanah Impian🙂 (poto : opiniherry.blogspot.com)

Semua yang terkait dengan alam selalu menarik bagi saya. Barangkali bertahun-tahun kemudian aku akan menjadi bukan siapa-siapa. Bukan orang yang tampil di majalah, koran, dan televisi, tapi aku akan menjadi orang yang bahagia dengan hidupku.

Untuk kedua orang tua yang selalu menaruh harapan tinggi pada anakmu ini, maaf jika nanti saat (agak terpaksa) menjadi pencari kerja, aku akan selalu mentok di wawancara kerja. Karena aku akan selalu menjawab sesuai nuraniku, aku akan menjadi diriku sendiri, dan bukan menjawab apa yang disebut-sebut orang benar dan akan meloloskan.

Aku lahir sebagai Shesar, akan menjalani hidup sebagai Shesar, dan mati sebagai anakmu yang bahagia dengan hidupnya.

© Shesar_Andri, 6 Juli 2012

ditemani lagu A Thousand Years yang diputar berulang-ulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s