Writing; Yang harus dikuasai adalah teknik menulis pembukaan, isi, dan kesimpulan. Tiga bagian itu wajib ada. Grammar juga dinilai, begitu pula variasi kosakata. Semakin kaya kosakata yang dipakai, nilainya semakin oke. Maka, banyak-banyaklah membaca kamus. Saran saya, unduh aplikasi Dictionary.com di Play Store. Setiap hari ada notifikasi masuk berisi kata baru. Belum lagi ada fitur tesaurus alias padanan kata.

Cukup? Jelas tidak. Setiap hari, atau minimal dua hari sekali, menulislah dalam bahasa Inggris, sekitar 200-300 kata. Tulis apa saja, asalkan tiga bagian tadi masuk. Paling baik, tulislah opini mengenai sesuatu. Misalnya tentang kekalahan klub sepak bola, kondisi perekonomian, atau yang berat seperti kenapa Tuhan melarang manusia menyekutukannya? Karena iri? Cemburu?

Di buku belajar IELTS juga dibahas tentang kekurangan-kelebihan hasil ujian menulis peserta yang sudah-sudah. Dari sana, bisa kalian pelajari apa saja yang bisa mendapatkan nilai bagus. Tapi sebetulnya tes ini tidak terukur, jadi unsur subjektivitas tetaplah ada.

Speaking: Untuk beberapa orang, berbicara dalam bahasa Inggris menjadi momok. Kenapa? Malu-malu dan takut salah. Klasik. Ketepatan grammar memang penting, tapi lebih penting lagi kelancaran (fluency). Nyerocos sajalah, tak usah pikirkan grammar. Yang penting adalah membangun kepercayaan diri. Jangan sampai kalian minder dan berbicara pelan sehingga sulit didengarkan penguji.

Latihan

Listening: setiap pagi, saya mendengarkan siaran radio BBC 4 dan BBC 5. Diikuti main Elevate, syukur-syukur muncul game listening. Setelah itu membuka soal-soal latihan (cari yang terbitan Cambridge karena itu yang terbaik) dan mengerjakan sekitar 1-2 sesi latihan (setiap tes ada empat sesi). Cek skor latihan, usahakan 70% jawaban kalian benar. Kalau tak sempat pagi hari, saya ganti ke malam hari karena siang sampai malam saya bekerja.

Reading: pagi hari baca berita The Guardian, yang Hufftington kadang-kadang saja karena berita di Guardian lebih nendang. Kemana-mana saya juga membawa buku bacaaan berbahasa Inggris. Saran saya, bacalah A History of God. Tapi awas, bisa-bisa jadi atheis nanti. Mengerjakan soal-soal latihan sebanyak dua sesi (sama seperti listening, tes ini juga punya empat sesi).

Writing: latihan menulis, apa lagi? Saya paling lemah mendeskripsikan tabel, grafik, dan sejenisnya. Jadi saya paling banyak melatih diri di bagian itu. Sisanya menulis opini 300an kata dan dipublikasikan di Facebook, berharap ada yang mengkritisi.

Speaking: seperti orang gila, setiap hari saya ngoceh dalam bahasa Inggris. Kapanpun ada kesempatan. Paling sering sih sok ngomentarin pertandingan bola atau pas lagi sepedaan pulang ke kost. Tak apa tampak seperti orang gila asalkan bisa dapat skor yang didambakan. Kalau bisa coba cari rekan untuk belajar. Yah walaupun kenyataannya hal ini susah bukan main.

Yang terpenting adalah, jangan sampai latihan kalian terputus. Usahakan setiap hari kalian mengerjakan soal-soal latihan sebanyak satu sesi pada tiap bagiannya. Satu sesi listening dan reading pada pagi hari, lalu satu artikel dan ngoceh gak jelas pada malam hari. Kalau bisa lebih dari itu, baguslah.

Satu buku soal-soal latihan punya empat tes. Jika rutin berlatih, maka dalam seminggu harusnya satu tes bisa selesai. Satu bulan habis satu buku. Dua bulan habis dua buku. Itu sudah sangat cukup berdasarkan pengalaman saya.

Prediksi

Kunci kemenangan dalam pertempuran adalah mengenali kekuatan lawan juga kekuatan diri sendiri. Kekuatan lawan sudah diketahui lewat belajar latihan soal dan khatam tips dan trik mengerjakan IELTS. Sekarang pertanyaannya, kekuatan kita sampai di level mana? Oleh karena itu, tes prediksi hukumnya fardhu ain. Wajin dan tidak bisa diwakilkan.

Ambillah tes prediksi beberapa saat sebelum IELTS betulan. Idealnya sih 3-4 minggu sebelumnya. Ada beberapa lembaga yang menyelenggarakan tes ini, salah satunya yang saya pakai jasanya adalah ILP Panglima Polim. Biayanya Rp 175.000. Masih lebih murah dibanding flanel bermerek kok.

Tujuan tes prediksi adalah mengetahui sejauh mana hasil belajarmu. Menurut saya, hasil tes prediksi keakuratannya cuma 70-80 persen, jadi nggak bisa dijadikan patokan sepenuhnya. Lebih mudahnya begini, kalau nilai tes prediksimu 7.0 maka kamu perlu belajar lebih giat lagi karena kemungkinan di tes sesungguhnya nilaimu cuma 6.0-6.5, akur?

Waktu tes prediksi, skor saya 6.5 dengan rincian listening 6.0, reading 6.0, writing 7.0, dan speaking 7.0. Nah, dari situ kelihatan kalau saya harus belajar lebih mempeng lagi di bagian listening dan reading. Maka, sisa waktu tiga minggu jelas tes betulan saya benar-benar menggenjot latihan di dua bagian tadi. Andai tidak ikut tes prediksi, mustahil saya bisa tahu kelemahan saya di mana.

Hari H

Oke, persiapan selama 3-4 bulan sudah dijalani. Saatnya bertempur. Pakailah pakaian yang tebal karena ruangan akan diset dingin. Tak perlu membawa alat tulis karena panitia sudah menyediakan. Pastikan membawa kartu identitas. Buku-buku selama masa persiapan tinggalkan saja karena toh harus dimasukkan ke tas.

Tips dari saya. Saat tes listening pastikan tidak kehilangan fokus. Saat tes reading kerjakan seteliti dan secepat mungkin. Jika punya waktu sisa, pergilah ke toilet untuk buang air jika merasa kebelet karena panitia tidak mengijinkan peserta keluar ruangan dalam 10 menit terakhir. Tes writing, kalau saya sih menulis dulu poin-poin yang mau ditulis agar tidak ngelantur. Ingat, musuh kalian adalah waktu. Terakhir, dalam tes speaking cobalah serileks mungkin. Kalau bisa, ajak bercanda si penguji agar suasana cair.

Terpenting, baca instruksi soal dengan benar (terutama kalian hei para lelaki). Ada instruksi semacam “no more than one/two/three word or a number” yang haram dilanggar. Kalian tidak akan mendapatkan poin meskipun sudah menjawab benar.

Voila!

Hasil ujian akan keluar dalam 13 hari. Setelah belajar selama empat bulan, mencuri-curi waktu di sela kesibukan, alhamdulillah hasilnya sesuai dambaan.

Listening 7.0

Reading 8.5

Writing 6.0

Speaking 7.0

Hasil IELTS

9 responses »

  1. Wah blognya keren kak. Infonya sangat bermanfaat.

    Btw aku kan mau ambil tes IELTS nih targetnya 6.0. Aku udah coba otodidak tapi kadang – kadang stuck kalau ada beberapa part yang kurang ngerti, apa aku harus kursus yah kak. Tapi, kalau milih otodidak intensif, kira – kira butuh waktu berapa lama buat persiapannya capai target 6.0?

  2. difiya3589 says:

    Punten kak..itu bukunya yg 500-900rb judulnya apa? Adcance IELTS doang atau buku cambridge IELTS termasuk? Author sama penerbitnya dr mana kak? Nuhun

  3. Edha says:

    Keren,,,,really useful,,thanks bro

  4. Laga Ajamtsa AL khuluqiy says:

    trims 4 tips n story. .🙂

  5. mantap tipsnya. terimaksih ya…sukses terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s